Aku sudah lupa berapa umur mu sekarang
Kemarin temanku bilang kamu sudah tidak patut di kenang
Kemarin temanku bilang kamu sudah bAku sudah lupa berapa umur mu sekarang
Kemarin temanku bilang kamu sudah tidak patut di kenang
Kemarin temanku bilang kamu sudah beda
Entah sejak kapan..
Ku tanya: kenapa beda? apa alasanmu bilang begitu?
Ya pokoknya beda..
Beda, beda dan memang sudah beda
Karena sudah beda dengan yang dulu
Lho bukannya ada penjelasan kalau kamu punya pendapat?
Ndak mesti.. tapi..
Ya pokoknya beda.
Haha.. haha.. atau jangan-jangan perbedaannya
Sekarang kamu sudah tidak bisa menjelaskan pendapatmu?
Itulah bedanya
Karena sekarang hanya taunya beda, yang penting beda dan beda
Aku sudah lupa berapa umur mu sekarang
Kemarin aku coba buka kembali catatan-catatan harian mu
Ku bolak-balik foto-foto mu
Ku acak-acak lemari-lemari yang sudah tergembok
Dan ku bongkar kembali dokumen-dokumen
Yang barangkali aku akan menemukan bukti jelas
Kapan tanggal lahir mu
Dimana kamu lahir
Siapa dukun bayi yang melahirkan mu
Siapa sebenarnya ibu kandung mu
Dan apa sebenarnya alasan mu lahir ke dunia ini
Atau kamu sudah meninggalkan prasasti
Atau tugu monumen mu..
Atau jejak-jejak kaki orang yang mengenal mu
Untuk mengenang prestasi mu.
Aku sudah lupa berapa umur mu sekarang
Kemarin coba ku tanya ke beberapa orang yang dulu bersama mu
Mereka bilang kamu lahir beberapa tahun yang lalu
Ada juga yang bilang kira-kira 13 tahun yang lalu
Ada juga yang bilang kira-kira 26 tahun yang lalu
Ada juga yang bilang kira-kira 39 tahun yang lalu
Ada juga yang bilang kira-kira 62 tahun yang lalu
Ada juga yang bilang kira-kira 64 tahun yang lalu
Ah.. kenapa beda-beda
Dan kenapa angka 13 yang muncul
Atau jangan-jangan kamu memang keramat
Dikeramatkan dan setelah itu dianggap barang antik
Atau kamu sebenarnya tidak pernah lahir
Kamu sebenarnya belum pernah lahir
Kamu masih ada didalam kandungan
Dari tiap orang yang mendapat cahaya-Mu
Aku sudah lupa berapa umur mu sekarang
Apa memang aku benar-benar lupa
Atau aku pelan-pelan melupakan mu
Apa kita perlu bermufakat lagi
Untuk kembali memutuskan kapan sebenarnya tanggal lahir mu
Untuk kembali menyepakati berapa umur mu sekarang
Untuk kembali bersama-sama mensyukuri kelahiran mu
Untuk kembali membenarkan dimana sebenarnya kamu lahir
Tapi untuk apa
Dan yang bagaimana
Kenapa?
Apa kamu masih harus lahir sekarang
Didunia yang makin kacau dan makin terbelah
Bahkan diantara orang-orang yang senantiasa mengiringi kamu
Mereka yang bersama mu kemarin, sekarang malah mencaci-maki kamu
Mereka yang bersama mu kemarin, sekarang malah mensumpah-serapahi kamu
Mereka yang bersama mu kemarin, sekarang malah memusuhi kamu
Kamu di tuduh kafir
Kamu di tuduh sekuler
Kamu di tuduh liberal
Kamu di tuduh tidak beriman
Kamu di tuduh melenceng dari ajaran
Kamu di tuduh aliran sesat
Kamu di tuduh pengkhianat
Aku menuduh mu apa lagi?
Aku sudah lupa berapa umur mu sekarang
Masih kokoh berdiri atap yang meneduhi mu
Masih kuat dinding dinding yang menyelimuti mu
Masih tegar menjulang kubah yang menghiasi mu
Masih jelas tangis yang mengiringi kelahiran mu
Masih jernih air yang menghapus lelah langkah mu
Masih tergelar sajadah untuk menerima sujud mu
Masih melambai salam untuk mengiringi gerak kaki kecil mu
Masih banyak anak-anak yang senantiasa menerima uluran tangan mu
Tapi
masihkah aku meyakini mu
Masihkah aku mempercayai kamu
Dalam jasad hina ini aku menengadahkan tangan
Menghrap cahaya Mu
Tunjukilah kami jalan yang lurus
Manakala kami menyimpang
Amiin Yaa Robbal’alamineda
Entah sejak kapan..
Ku tanya: kenapa beda? apa alasanmu bilang begitu?
Ya pokoknya beda..
Beda, beda dan memang sudah beda
Karena sudah beda dengan yang dulu
Lho bukannya ada penjelasan kalau kamu punya pendapat?
Ndak mesti.. tapi..
Ya pokoknya beda.
Haha.. haha.. atau jangan-jangan perbedaannya
Sekarang kamu sudah tidak bisa menjelaskan pendapatmu?
Itulah bedanya
Karena sekarang hanya taunya beda, yang penting beda dan beda
Aku sudah lupa berapa umur mu sekarang
Kemarin aku coba buka kembali catatan-catatan harian mu
Ku bolak-balik foto-foto mu
Ku acak-acak lemari-lemari yang sudah tergembok
Dan ku bongkar kembali dokumen-dokumen
Yang barangkali aku akan menemukan bukti jelas
Kapan tanggal lahir mu
Dimana kamu lahir
Siapa dukun bayi yang melahirkan mu
Siapa sebenarnya ibu kandung mu
Dan apa sebenarnya alasan mu lahir ke dunia ini
Atau kamu sudah meninggalkan prasasti
Atau tugu monumen mu..
Atau jejak-jejak kaki orang yang mengenal mu
Untuk mengenang prestasi mu.
Aku sudah lupa berapa umur mu sekarang
Kemarin coba ku tanya ke beberapa orang yang dulu bersama mu
Mereka bilang kamu lahir beberapa tahun yang lalu
Ada juga yang bilang kira-kira 13 tahun yang lalu
Ada juga yang bilang kira-kira 26 tahun yang lalu
Ada juga yang bilang kira-kira 39 tahun yang lalu
Ada juga yang bilang kira-kira 62 tahun yang lalu
Ada juga yang bilang kira-kira 64 tahun yang lalu
Ah.. kenapa beda-beda
Dan kenapa angka 13 yang muncul
Atau jangan-jangan kamu memang keramat
Dikeramatkan dan setelah itu dianggap barang antik
Atau kamu sebenarnya tidak pernah lahir
Kamu sebenarnya belum pernah lahir
Kamu masih ada didalam kandungan
Dari tiap orang yang mendapat cahaya-Mu
Aku sudah lupa berapa umur mu sekarang
Apa memang aku benar-benar lupa
Atau aku pelan-pelan melupakan mu
Apa kita perlu bermufakat lagi
Untuk kembali memutuskan kapan sebenarnya tanggal lahir mu
Untuk kembali menyepakati berapa umur mu sekarang
Untuk kembali bersama-sama mensyukuri kelahiran mu
Untuk kembali membenarkan dimana sebenarnya kamu lahir
Tapi untuk apa
Dan yang bagaimana
Kenapa?
Apa kamu masih harus lahir sekarang
Didunia yang makin kacau dan makin terbelah
Bahkan diantara orang-orang yang senantiasa mengiringi kamu
Mereka yang bersama mu kemarin, sekarang malah mencaci-maki kamu
Mereka yang bersama mu kemarin, sekarang malah mensumpah-serapahi kamu
Mereka yang bersama mu kemarin, sekarang malah memusuhi kamu
Kamu di tuduh kafir
Kamu di tuduh sekuler
Kamu di tuduh liberal
Kamu di tuduh tidak beriman
Kamu di tuduh melenceng dari ajaran
Kamu di tuduh aliran sesat
Kamu di tuduh pengkhianat
Aku menuduh mu apa lagi?
Aku sudah lupa berapa umur mu sekarang
Masih kokoh berdiri atap yang meneduhi mu
Masih kuat dinding dinding yang menyelimuti mu
Masih tegar menjulang kubah yang menghiasi mu
Masih jelas tangis yang mengiringi kelahiran mu
Masih jernih air yang menghapus lelah langkah mu
Masih tergelar sajadah untuk menerima sujud mu
Masih melambai salam untuk mengiringi gerak kaki kecil mu
Masih banyak anak-anak yang senantiasa menerima uluran tangan mu
Tapi
masihkah aku meyakini mu
Masihkah aku mempercayai kamu
Dalam jasad hina ini aku menengadahkan tangan
Menghrap cahaya Mu
Tunjukilah kami jalan yang lurus
Manakala kami menyimpang
Amiin Yaa Robbal’alaminAku sudah lupa berapa umur mu sekarang
Kemarin temanku bilang kamu sudah tidak patut di kenang
Kemarin temanku bilang kamu sudah beda
Entah sejak kapan..
Ku tanya: kenapa beda? apa alasanmu bilang begitu?
Ya pokoknya beda..
Beda, beda dan memang sudah beda
Karena sudah beda dengan yang dulu
Lho bukannya ada penjelasan kalau kamu punya pendapat?
Ndak mesti.. tapi..
Ya pokoknya beda.
Haha.. haha.. atau jangan-jangan perbedaannya
Sekarang kamu sudah tidak bisa menjelaskan pendapatmu?
Itulah bedanya
Karena sekarang hanya taunya beda, yang penting beda dan beda
Aku sudah lupa berapa umur mu sekarang
Kemarin aku coba buka kembali catatan-catatan harian mu
Ku bolak-balik foto-foto mu
Ku acak-acak lemari-lemari yang sudah tergembok
Dan ku bongkar kembali dokumen-dokumen
Yang barangkali aku akan menemukan bukti jelas
Kapan tanggal lahir mu
Dimana kamu lahir
Siapa dukun bayi yang melahirkan mu
Siapa sebenarnya ibu kandung mu
Dan apa sebenarnya alasan mu lahir ke dunia ini
Atau kamu sudah meninggalkan prasasti
Atau tugu monumen mu..
Atau jejak-jejak kaki orang yang mengenal mu
Untuk mengenang prestasi mu.
Aku sudah lupa berapa umur mu sekarang
Kemarin coba ku tanya ke beberapa orang yang dulu bersama mu
Mereka bilang kamu lahir beberapa tahun yang lalu
Ada juga yang bilang kira-kira 13 tahun yang lalu
Ada juga yang bilang kira-kira 26 tahun yang lalu
Ada juga yang bilang kira-kira 39 tahun yang lalu
Ada juga yang bilang kira-kira 62 tahun yang lalu
Ada juga yang bilang kira-kira 64 tahun yang lalu
Ah.. kenapa beda-beda
Dan kenapa angka 13 yang muncul
Atau jangan-jangan kamu memang keramat
Dikeramatkan dan setelah itu dianggap barang antik
Atau kamu sebenarnya tidak pernah lahir
Kamu sebenarnya belum pernah lahir
Kamu masih ada didalam kandungan
Dari tiap orang yang mendapat cahaya-Mu
Aku sudah lupa berapa umur mu sekarang
Apa memang aku benar-benar lupa
Atau aku pelan-pelan melupakan mu
Apa kita perlu bermufakat lagi
Untuk kembali memutuskan kapan sebenarnya tanggal lahir mu
Untuk kembali menyepakati berapa umur mu sekarang
Untuk kembali bersama-sama mensyukuri kelahiran mu
Untuk kembali membenarkan dimana sebenarnya kamu lahir
Tapi untuk apa
Dan yang bagaimana
Kenapa?
Apa kamu masih harus lahir sekarang
Didunia yang makin kacau dan makin terbelah
Bahkan diantara orang-orang yang senantiasa mengiringi kamu
Mereka yang bersama mu kemarin, sekarang malah mencaci-maki kamu
Mereka yang bersama mu kemarin, sekarang malah mensumpah-serapahi kamu
Mereka yang bersama mu kemarin, sekarang malah memusuhi kamu
Kamu di tuduh kafir
Kamu di tuduh sekuler
Kamu di tuduh liberal
Kamu di tuduh tidak beriman
Kamu di tuduh melenceng dari ajaran
Kamu di tuduh aliran sesat
Kamu di tuduh pengkhianat
Aku menuduh mu apa lagi?
Aku sudah lupa berapa umur mu sekarang
Masih kokoh berdiri atap yang meneduhi mu
Masih kuat dinding dinding yang menyelimuti mu
Masih tegar menjulang kubah yang menghiasi mu
Masih jelas tangis yang mengiringi kelahiran mu
Masih jernih air yang menghapus lelah langkah mu
Masih tergelar sajadah untuk menerima sujud mu
Masih melambai salam untuk mengiringi gerak kaki kecil mu
Masih banyak anak-anak yang senantiasa menerima uluran tangan mu
Tapi
masihkah aku meyakini mu
Masihkah aku mempercayai kamu
Dalam jasad hina ini aku menengadahkan tangan
Menghrap cahaya Mu
Tunjukilah kami jalan yang lurus
Manakala kami menyimpang
Amiin Yaa Robbal’alamin
oleh Soenano PB PII

